Kegiatan berlangsung di kampus Jl. Majapahit 605 Semarang selama 2 hari dari tanggal 22 hingga 23 April 2026. Siswa dijemput dari sekolah menuju kampus Universitas STEKOM.
Dari seluruh kelas yang tersedia, pelatihan Bahasa Isyarat menjadi kelas yang paling banyak diminati oleh peserta. Sejak awal kegiatan dimulai, ruang pelatihan dipenuhi oleh siswa yang ingin mempelajari cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Yang membuat kelas ini semakin menarik adalah proses pembelajarannya yang berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan berbagai gerakan bahasa isyarat. Materi yang diajarkan meliputi kosakata dasar dalam komunikasi sehari-hari, seperti kata tanya, ganti orang, serta pengenalan huruf A hingga Z dalam bahasa isyarat.
Menariknya lagi, pelatihan ini diajarkan langsung oleh mahasiswa tuli dari Universitas STEKOM yang telah memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menggunakan bahasa isyarat. Kehadiran mereka memberikan pengalaman belajar yang autentik bagi para siswa. Selain belajar bahasa, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi inklusif serta menghargai keberagaman.
Suasana kelas pun terasa hidup. Para siswa terlihat aktif menirukan setiap gerakan yang diajarkan, saling berlatih dengan teman, hingga tertawa bersama ketika mencoba memahami gerakan baru. Metode pembelajaran yang santai namun tetap edukatif membuat peserta merasa nyaman dan semakin tertarik untuk mempelajari bahasa isyarat lebih dalam.
Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai inklusivitas kepada para siswa. Dengan mempelajari bahasa isyarat, diharapkan generasi muda dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan teman-teman tuli serta membangun lingkungan yang lebih ramah bagi semua. Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang keterampilan, empati, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat yang beragam. Antusiasme siswa SMK Negeri 7 Semarang dalam mengikuti pelatihan Bahasa Isyarat menunjukkan bahwa semangat belajar dan kepedulian terhadap inklusi semakin tumbuh di kalangan generasi muda.
Berikut sebagian cuplikan liputan kegiatan tersebut.



.jpeg)















.jpeg)


.jpeg)







.jpeg)














